<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mereka Berbohong Atas Nama Kami ( bagian 2)</title>
	<atom:link href="http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/</link>
	<description>Ajakan untuk kembali kepada Al Qur'an dan As-Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jun 2008 04:06:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: salafindonesia</title>
		<link>http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-24</link>
		<dc:creator>salafindonesia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:20:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-24</guid>
		<description>terima kasih atas komentar dari Awam Nanya:

Sebelumya saya bisa definisikan disini bahwa Tauhid Rububiyah adalah menyakini bahwa Allah yang menciptakan alam semesta, memberikan rizky dan lain-lain yang merupakan sifat Allah sebagi Rabb. Hal ini termasuk meyakini bahwa tidak ada yang memberi rizky dan juga yang lainnya (yang merupakan sifat Allah) kecuali Allah semata.

Awa Nanya memberikan komentar dalam masalah ini sebagai berikut :
Terbukti bahwa dalam masalah meminta rizki, pengamanan dari bencana dan musuh mereka meminta meminta kepada patung, dan itu semua bagian dari masalah Rububiyah, bukan Khaliqiyah

Jawaban saya :
Allah Azza Wajalla menegaskan tentang sikap orang-orang musyrik pada zaman Rasulullah sebagai berikut 
&quot;Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&quot; (QS Az Zumar:3)

kalau saudara Awam Nanya perhatikan didalam ayat itu sudah jelas bahwa Orang-orang musyrik itu menyembah Latta, Uzza, dll merupakan bentuk pendekatan diri mereka kepada Allah. Jadi tujuan akhir mereka adalah Allah karena mereka meyakini bahwa Allah-lah yang memberi Rizky, menciptakan langit dan bumi, dan lain-lain. Jadi tidak benar kalau orang-orang musyrik itu meyakini bahwa patung-patung/orang shalih yang mereka sembah itu mampu memberikan rizky.

Hal ini saya contohkan sebagaimana kaum musa alaihissalam melakukan perbuatan yang serupa yang diabadikan dalam Al Qur&#039;an

“hai Musa, buatlah untuk kami (Tuhan) berhala sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan (berhala).”. Musa menjawab “Sesungguhnya engkau ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”. Sesungguhnya kepercayaan yang dianut mereka itu telah dihancurkan dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan” (QS : Al A’raf : 138-139)

Apa saudara awam pikir kaum nabi musa meyakini bahwa berhala-berhala yang ingin dibuat itu dapat memberikan rizky ? sama sekali tidak, mereka adalah umat musa Alaihissalam, paham betul kalau Allah-lah yang memerikan rizky sangat tidak masuk akal kalau kita minta rizky kepada patung sedangkan kita sudah paham bahwa yang memberikan rizky adalah Allah. Dengan kata lain patung yang diminta umat Musa kepada Musa adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah bukan untuk meminta Rizky kepada patung itu. Inilah titik permasalahan dalam tauhid uluhiyyah.

sebagaimana juga firman Allah Azza Wa Jalla
“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai persangkaan mereka. Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan untuk berhala itu tidak sampai kepada Allah dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Allah maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu” (QS Al An’am : 136)

Pada ayat ini Allah menyatakan &quot; Maka sajian-sajian yang diperuntukkan untuk berhala itu tidak sampai kepada Allah&quot;. Allah mengatakan bahwa sajian-sajian untuk berhala tersebut tidak sampai kepada Allah, dengan kata lain maksud dari orang-orang musyrik itu memberi sajiab adalah mendekatkan diri kepada Allah bukan meminta rizky kepada patungnya. 

sebagaimana juga firman Allah :
“Allah sama sekali tidak mensyariatkan adanya bahirah, sa’ibah, washilah, dan hami, tetapi orang-orang kafir membuat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti” (QS : Al An’am 139)

Ini adalah bentuk kecaman Allah kepada orang-orang musyrik karena menciptakan syari&#039;at-syari&#039;at yang Allah tidak memerintahkannya. Dengan tegas disini bahwa Allah mengatakan bahwa Allah sekali-kali tidak mensyari&#039;atkan dengan keta lain orang-orang musyrik menganggap bahwa adanya bahirah, sa&#039;ibah, washilah, dan hami merupakan syari&#039;at dari Allah. Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi Allah mendustakan mereka.

Dengan kata lain kaum muyrikin waktu itu mengakui tauhid Rububiyah, bukan hanya Khaliqiyah saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas komentar dari Awam Nanya:</p>
<p>Sebelumya saya bisa definisikan disini bahwa Tauhid Rububiyah adalah menyakini bahwa Allah yang menciptakan alam semesta, memberikan rizky dan lain-lain yang merupakan sifat Allah sebagi Rabb. Hal ini termasuk meyakini bahwa tidak ada yang memberi rizky dan juga yang lainnya (yang merupakan sifat Allah) kecuali Allah semata.</p>
<p>Awa Nanya memberikan komentar dalam masalah ini sebagai berikut :<br />
Terbukti bahwa dalam masalah meminta rizki, pengamanan dari bencana dan musuh mereka meminta meminta kepada patung, dan itu semua bagian dari masalah Rububiyah, bukan Khaliqiyah</p>
<p>Jawaban saya :<br />
Allah Azza Wajalla menegaskan tentang sikap orang-orang musyrik pada zaman Rasulullah sebagai berikut<br />
&#8220;Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221; (QS Az Zumar:3)</p>
<p>kalau saudara Awam Nanya perhatikan didalam ayat itu sudah jelas bahwa Orang-orang musyrik itu menyembah Latta, Uzza, dll merupakan bentuk pendekatan diri mereka kepada Allah. Jadi tujuan akhir mereka adalah Allah karena mereka meyakini bahwa Allah-lah yang memberi Rizky, menciptakan langit dan bumi, dan lain-lain. Jadi tidak benar kalau orang-orang musyrik itu meyakini bahwa patung-patung/orang shalih yang mereka sembah itu mampu memberikan rizky.</p>
<p>Hal ini saya contohkan sebagaimana kaum musa alaihissalam melakukan perbuatan yang serupa yang diabadikan dalam Al Qur&#8217;an</p>
<p>“hai Musa, buatlah untuk kami (Tuhan) berhala sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan (berhala).”. Musa menjawab “Sesungguhnya engkau ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”. Sesungguhnya kepercayaan yang dianut mereka itu telah dihancurkan dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan” (QS : Al A’raf : 138-139)</p>
<p>Apa saudara awam pikir kaum nabi musa meyakini bahwa berhala-berhala yang ingin dibuat itu dapat memberikan rizky ? sama sekali tidak, mereka adalah umat musa Alaihissalam, paham betul kalau Allah-lah yang memerikan rizky sangat tidak masuk akal kalau kita minta rizky kepada patung sedangkan kita sudah paham bahwa yang memberikan rizky adalah Allah. Dengan kata lain patung yang diminta umat Musa kepada Musa adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah bukan untuk meminta Rizky kepada patung itu. Inilah titik permasalahan dalam tauhid uluhiyyah.</p>
<p>sebagaimana juga firman Allah Azza Wa Jalla<br />
“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai persangkaan mereka. Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan untuk berhala itu tidak sampai kepada Allah dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Allah maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu” (QS Al An’am : 136)</p>
<p>Pada ayat ini Allah menyatakan &#8221; Maka sajian-sajian yang diperuntukkan untuk berhala itu tidak sampai kepada Allah&#8221;. Allah mengatakan bahwa sajian-sajian untuk berhala tersebut tidak sampai kepada Allah, dengan kata lain maksud dari orang-orang musyrik itu memberi sajiab adalah mendekatkan diri kepada Allah bukan meminta rizky kepada patungnya. </p>
<p>sebagaimana juga firman Allah :<br />
“Allah sama sekali tidak mensyariatkan adanya bahirah, sa’ibah, washilah, dan hami, tetapi orang-orang kafir membuat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti” (QS : Al An’am 139)</p>
<p>Ini adalah bentuk kecaman Allah kepada orang-orang musyrik karena menciptakan syari&#8217;at-syari&#8217;at yang Allah tidak memerintahkannya. Dengan tegas disini bahwa Allah mengatakan bahwa Allah sekali-kali tidak mensyari&#8217;atkan dengan keta lain orang-orang musyrik menganggap bahwa adanya bahirah, sa&#8217;ibah, washilah, dan hami merupakan syari&#8217;at dari Allah. Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi Allah mendustakan mereka.</p>
<p>Dengan kata lain kaum muyrikin waktu itu mengakui tauhid Rububiyah, bukan hanya Khaliqiyah saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Awam Nanya</title>
		<link>http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-23</link>
		<dc:creator>Awam Nanya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 04:35:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-23</guid>
		<description>Di sini, Saya tidak ingin berdebat, tapi saya ingin tanya....Mohon dijawab. 

Anda menyatakan bahwa &quot;Orang-orang kafir Quraisy mengakui ketuhanan ( Rububiyah) Allah&quot; sedang ayat-ayat yang anda sebutkan di atas menunjukkan dan membuktikan bahwa &quot;Orang-orang kafir Quraisy mengakui ketuhanan (Khaliqiyah) Allah, bukan Rububiyah&quot;. Terbukti bahwa dalam masalah meminta rizki, pengamanan dari bencana dan musuh mereka meminta meminta kepada patung, dan itu semua bagian dari masalah Rububiyah, bukan Khaliqiyah....Jadi orang kafir percaya Allah sebagai pencipta (Khaliqiyah) tetapi patung-patung itu mereka juga yakini sebagai tuhan pengatur dan pemelihara (Rububiyah) termasuk memberi rizki dan pengamanan...Bagaimana ini berarti ada beda antara Uluhiyah Allah, dengan Khaliqiyah serta Rububiyah Allah jika dilihat dari konsep dan praktik orang kafir Quraisy?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di sini, Saya tidak ingin berdebat, tapi saya ingin tanya&#8230;.Mohon dijawab. </p>
<p>Anda menyatakan bahwa &#8220;Orang-orang kafir Quraisy mengakui ketuhanan ( Rububiyah) Allah&#8221; sedang ayat-ayat yang anda sebutkan di atas menunjukkan dan membuktikan bahwa &#8220;Orang-orang kafir Quraisy mengakui ketuhanan (Khaliqiyah) Allah, bukan Rububiyah&#8221;. Terbukti bahwa dalam masalah meminta rizki, pengamanan dari bencana dan musuh mereka meminta meminta kepada patung, dan itu semua bagian dari masalah Rububiyah, bukan Khaliqiyah&#8230;.Jadi orang kafir percaya Allah sebagai pencipta (Khaliqiyah) tetapi patung-patung itu mereka juga yakini sebagai tuhan pengatur dan pemelihara (Rububiyah) termasuk memberi rizki dan pengamanan&#8230;Bagaimana ini berarti ada beda antara Uluhiyah Allah, dengan Khaliqiyah serta Rububiyah Allah jika dilihat dari konsep dan praktik orang kafir Quraisy?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mereka Berbohong Atas Nama Kami ( bagian 2) &#171; Membela Dakwah Salafiyah..!</title>
		<link>http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-17</link>
		<dc:creator>Mereka Berbohong Atas Nama Kami ( bagian 2) &#171; Membela Dakwah Salafiyah..!</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 02:42:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafindonesia.wordpress.com/2007/07/16/mereka-berbohong-atas-nama-kami-bagian-2/#comment-17</guid>
		<description>[...] oleh As-Salafy di/pada Desember 20, 2007  Mereka Berbohong Atas Nama Kami ( bagian 2) July 16, 2007 - No [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] oleh As-Salafy di/pada Desember 20, 2007  Mereka Berbohong Atas Nama Kami ( bagian 2) July 16, 2007 &#8211; No [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
